Berbagai Jenis Rantai Kapal untuk Industri Perkapalan

Rantai Kapal

Pada bidang perkapalan, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai peralatan dimana mempunyai fungsi dalam penarikan serta lain sebagainya. Salah satu benda penting adalah rantai kapal. Alat satu ini sudah dikenal sejak zaman dulu dengan berbagai macam serta jenisnya. Untuk itu, bisa memilih tipe yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan.

Mengenal Jenis-Jenis Rantai Kapal di Bidang Perkapalan

Sebelum mengetahui berbagai macam chain di dunia kapal, maka Anda bisa mengenal terlebih dahulu tentang sejarahnya. Dulu peralatan ini dibuat dari bahan besi untuk dipakai pada Kapal Angkatan Laut. Hingga sampai saat ini, muncul beberapa jenis dari rantai ini dimana dapat dilihat pada penjelasan seperti berikut.

1. Lifting Chain

Jenis yang pertama adalah lifting chain. Bahan pembuatnya yaitu baja. Seperti namanya, kegunaan utama dari rantai satu ini untuk mengangkat berbagai macam benda, pintu palka dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, biasanya juga dipakai sebagai alat bantu menarik. Beban benda yang ditarik atau diangkat dalam hal ini sangatlah besar dengan bobot berat.

Kekuatan dari lifting chain tidak perlu diragukan lagi sehingga banyak dipakai untuk berbagai kebutuhan industri lainnya, mulai dari mining atau pertambangan, marine, gas dan minyak, ship building, transportasi, hingga perkapalan. Pada grade atau kelasnya, rantai ini digolongkan pada skala 80-100.

2. Stainless Steel

Jika dilihat secara sekilas, jenis material satu ini akan mempunyai penampilan mengkilap karena terbuat dari bahan stainless steel. Beberapa produk paling umum dibuat dari bahan tersebut dengan kandungan mencapai nilai SUS 304 atau 316. Kegunaannya bukan lagi sebagai pengangkat seperti tipe lainnya, melainkan untuk pemasangan dapra, pengikat (lashing), pagar, trawl, hingga kebutuhan dekorasi.

Penggunaan sebagai dekorasi atau pagar tidak terlepas dari material serta penampilannya yang mengkilap. Dengan demikian, dapat memberikan nilai keindahan atau estetis. Material pembuat stainless steel juga tidak terlalu kokoh dibandingkan lainnya, oleh sebab itu jarang dipakai untuk mengangkat.

3. Galvanis

Jenis berikutnya adalah galvanis dimana mempunyai material pembuat dari besi sehingga terkenal akan kekuatan serta kekokohannya. Maka dari itu, fungsinya yaitu sebagai pengikat barang dapra, pemberat trawl, pengaplikasian di bagian pagar, hingga dekorasi. Meskipun kokoh dan kuat, nyatanya galvanis tidak lebih baik daya angkatnya daripada lifting chain.

Dengan kekuatan angkat yang tidak terlalu besar tersebut, maka galvanis tidak digunakan sebagai pengangkat atau penarik benda-benda dengan bobot berat. Pengangkatan biasanya hanya dilakukan di aplikasi offshore dengan ketahanan karat bagus. Tipe chain satu ini tidak mempunyai golongan, namun dapat dikategorikan berdasarkan nilai daya angkatnya.

4. Anchor Chain

Anchor chain biasanya juga dikenal sebagai link chain merupakan rantai kapal untuk digunakan sebagai penghubung jangkar kapal dengan kapal. Oleh sebab itu fungsinya sebagai peralatan menaikkan serta menurunkan jangkar.

Tersedia beberapa grade pada jangkar satu ini dimana dibagi menjadi dua tipe, yaitu U2 dan U3. Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan dengan melihat kekuatan kapal. Selain itu, juga terdapat aksesoris tambahan, mulai dari kili-kili, kenter segel, joining segel, dan masih banyak lagi.

Itu dia ulasan tentang jenis-jenis rantai kapal dimana Anda bisa membeli produk berkualitas bagus di asmarines.com. Perusahaan ini telah berpengalaman menghadirkan barang-barang dengan material bermutu sari luar negeri dengan kepercayaan pelanggan sudah sejak lama. Dapatkan harga terbaik dengan melihat katalog terbaru di website resmi AS Marine.

 

Berbagai Jenis Rantai Kapal untuk Industri Perkapalan

You May Also Like

About the Author: Kanal Info

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *