Minggu, 20 November 2016

Pengertian Homeschooling dan Sejarahnya

Pengertian homeschooling adalah proses belajar yang diadakan di rumah bukan di tempat pendidikan formal seperti sekolah.Dalam pengertian luas homeschooling merupakan pembelajaran yang dapat dilakukan di mana dan kapan saja asal situasi dan kondisi tempat belajar benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti berada di rumah.

Homeschooling (sekolah rumah) merupakan sekolah mandiri dimana aktivitas belajar mengajar ditentukan oleh orang tua yaitu orang tua yang mendidik anaknya sendiri di rumah, maupun memanggil guru secara privat untuk “membelajarkan” anaknya di rumah tanpa harus masuk sekolah atau mengikuti pendidikan formal.

Pengertian Homeschooling dan Sejarahnya

Sejarah Singkat Homeschooling


Homeschooling mulai marak dilakukan di negara Amerika Serikat sekitar tahun 1960-an dimana kebebasan dalam memberikan pendidikan kepada anak mulai dikembangkan oleh John Caldwell Holt seorang pendidik dan penulis yang prihatin atas sistem pendidikan di tempat dia mengajar. Dasar pemikiran Holt mengandung misi pembebasan cara berpikir instruktif seperti yang dikembangkan melalui sekolah. (John C. Holt & Pat Farenga, Teach Your own.h.85)

Holt berkeyakinan bahwa anak-anak yang dilengkapi dengan lingkungan belajar yang luas dan menarik akan membuat anak siap untuk belajar. Selain itu, anak-anak tidak perlu dipaksa belajar karena anak akan melakukannya secara alami jika diberi kebebasan untuk mengikuti kepentingan mereka sendiri dengan berbagai macam sarana dan sumber belajar.
Sejak itu konsep homeschooling terus berkembang ke negara-negara eropa dengan konsep yang juga berkembang dari waktu ke waktu. Masyarakat pun mulai ikut mengikuti karena sebagian menganggap pendidikan formal di sekolah cenderung stagnant.

Di Indonesia, hiomeschooling diperkirakan mulai muncul sekitar tahun 1996 dan mulai marak dijadikan alternatif pendidikan pada tahun 2005. Banyak orang tua yang akhirnya berminat menyekolahkan anaknya di homeschooling, terutama yang tinggal di kota-kota besar. Setidak-tidaknya keberadaan homeschooling akan memenuhi sekitar 10% dari total jumlah anak di Indonesia. (Kurniasih, 2009: 8)


Pendidikan Homeschooling


Homeschooling awalnya dianggap paham yang aneh oleh sebagian masyarakat karena pada umumnya orang tua akan berusaha menyekolahkan anak di lembaga pendidikan (sekolah) sedangkan homeschooling memiliki konsep belajar sendiri di rumah. Hal ini bisa dianggap anak tidak bersekolah. Namun, banyak orang yang belum tahu bahwa sebelum ada sekolah, orang tua sudah mengajarkan sesuatu entah itu pengetahuan, sikap dan lain sebagainya kepada anaknya.

Dalam pendidikan berkonsep homeschooling, orang tua harus dapat berpikir keras bagaimana memilih dan menyusun kurikulumnya. Bagaimana menerapkan kurikulum tersebut kepada anak-anaknya, dan lain sebagainya. Keunggulan secara individual inilah yang memberi makna bagi terintegrasinya mata pelajaran kepada peserta didik.

Secara global, dasar hukum penyelenggaraan homeschooling merujuk pada Komitmen Internasional yaitu A World Fit For Children (Menciptakan Dunia Yang Layak Bagi Anak) tahun 2002 yang menyatakan: ”Menempatkan anak sebagai pertimbangan pertama untuk kepentingan terbaik anak; Memperhatikan tumbuh kembang terbaik anak sebagai dasar utama pengembangan manusia; Dan memberikan kesempatan pendidikan yang sama untuk setiap anak”. (www.unicef.org)

Sedangkan di Indonesia, dasar legalitas homeschooling atau program sekolah rumah tinggal dan majemuk dapat dimasukkan sebagai model pendidikan yang diklasifikasikan sebagai satuan pendidikan informal sesuai dengan:

  1. PP Nomor 73 tentang Pendidikan Luar Sekolah; 
  2. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0131/U/1991 tentang paket A dan B; 
  3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 132/U/2004 tentang Paket C. Dalam UU Sisdiknas dikenal tiga jalur pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal dan pendidikan informal. 

Pengertian Homeschooling - Kanal Informasi

0 komentar

Poskan Komentar

Blogger nggak suka spammer...