Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

tekanan darah tinggi

Menurut kementerian kesehatan RI, pengertian Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Untuk mengetahui tekanan darah adalah dengan cara melakukan pemeriksaan. Pada pemeriksaan tekanan darah akan didapat dua angka. Angka yang lebih tinggi diperoleh pada saat jantung berkontraksi (sistolik), angka yang lebih rendah diperoleh pada saat jantung berelaksasi (diastolik). Hasil pemeriksaan tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.

Seseorang dapat dikatakan mengalami tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya. Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik. Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal.

Klasifikasi Tekanan Darah Pada Orang Dewasa (Sistolik dan  Diastolik)

Normal Dibawah 130 mmHg Dibawah 85 mmHg
Normal tinggi 130-139 mmHg 85-89 mmHg (Stadium 1)
Hipertensi ringan 140-159 mmHg 90-99 mmHg (Stadium 2)
Hipertensi sedang 160-179 mmHg 100-109 mmHg (Stadium 3)
Hipertensi berat 180-209 mmHg 110-119 mmHg (Stadium 4)
Hipertensi maligna 210 mmHg atau lebih 120 mmHg atau lebih

Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara:

  1. Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya
  2. Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tidak dapat mengembang pada saat jantung memompa darah melalui arteri tersebut. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.
  3. Dengan cara yang sama, tekanan darah juga meningkat pada saat terjadi vasokonstriksi, yaitu jika arteri kecil (arteriola) untuk sementara waktu mengkerut karena perangsangan saraf atau hormon di dalam darah.
  4. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh. Volume darah dalam tubuh meningkat, sehingga tekanan darah juga meningkat.

Penyebab Penyakit Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Penyebab hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu hipertensi esensial atau hipertensi primer yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang diketahui penyebabnya.

Sekitar 90% orang yang mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) hipertensi esensial atau hipertensi primer (tidak diketahui penyebabnya), kemungkinan disebabkan beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama sehingga menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Sedangkan secara umum penyebab hipertensi primer disebabkan, antara lain: kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas olahraga), stres, alkohol atau garam dalam makanan. Meskipun stres cenderung juga menyebabkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, namun jika stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.

Untuk penyebab hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang diketahui penyebabnya, antara lain :

  • Penyakit Ginjal. Antara lain: Stenosis arteri renalis, Pielonefritis, Glomerulonefritis, Tumor-tumor ginjal, Penyakit ginjal polikista (biasanya diturunkan), Trauma pada ginjal (luka yang mengenai ginjal), Terapi penyinaran yang mengenai ginjal
  • Kelainan Hormonal. Antara lain: Hiperaldosteronisme, Sindroma Cushing, Feokromositoma
  • Obat-obatan. Antara lain: Pil KB, Kortikosteroid, Siklosporin, Eritropoietin, Kokain, Penyalahgunaan alkohol, Kayu manis (dalam jumlah sangat besar):
  • Penyebab Lainnya. Antara lain: Koartasio aorta, Preeklamsi pada kehamilan, Porfiria intermiten akut, Keracunan timbal akut.

Pengobatan Hipertensi (Tekanan Darah Tnggi)

Untuk penderita hipertensi sekunder, penanganannya adalah dengan:

  • Pengobatan hipertensi sekunder tergantung kepada penyebabnya.
  • Mengatasi penyakit ginjal kadang dapat mengembalikan tekanan darah ke normal atau paling tidak menurunkan tekanan darah.
  • Penyempitan arteri bisa diatasi dengan memasukkan selang yang pada ujungnya terpasang balon dan mengembangkan balon tersebut.
  • Atau bisa dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (operasi bypass).
  • Tumor yang menyebabkan hipertensi (misalnya feokromositoma) biasanya diangkat melalui pembedahan.

Sedangkan untuk penderita hipertensi esensial tidak dapat diobati tetapi dapat diberikan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi, antara lain dengan:

  1. Merubah pola hidup penderita, seperti: menurunkan berat badannya sampai batas ideal. merubah pola makan, mengurangi pemakaian garam, mengurangi alkohol. olah raga aerobik yang tidak terlalu berat (penderita hipertensi esensial tidak perlu membatasi aktivitasnya selama tekanan darahnya terkendali).
  2. Pemberian obat-obatan, seperti: Diuretik, Penghambat adrenergic, Angiotensin converting enzyme, Angiotensin-II-bloker dan Vasodilator langsung menyebabkan melebarnya pembuluh darah.
  3. Minum ramuan atau obat herbal secara rutin yang sudah terbukti berhasil menurunkan tekanan darah kepada penderita hipertensi sesuai dengan testimoni Mosehat yang telah diberikan penggunanya.

Berikut ini testimoni oleh beberapa penderita penyakit yang telah memberikan kesaksian kepuasan terhadap produk Mosehat jamu tetes ekstrak daun kelor untuk pengobatan penyakit yang dideritanya.

Testimoni Mosehat “Nyeri Sendi Saya Berkurang Karena Mosehat”

Sebelum saya meminum Mosehat, saya seringkali mengalami nyeri sendi, kesemutan, jari-jari kaki kaku, tangan. Tetapi setelah minum mosehat hampir selama kurang lebih 1 minggu, Alhamdulillah sudah mulai berkurang nyeri sendi, kaki, tangan di jari-jari sudah mulai berkurang. Terimakasih Mosehat, insyaallah kedepannya semua penyakit yang ada di diri saya bisa sembuh Total, Terimakasih.

Testimoni Mosehat “Radang Usus Mulai Pulih dengan Mosehat”

Nama saya Iqbal. Setelah saya mengenal dan mengkonsumsi Mosehat, Alhamdulillah Radang usus saya yang saya derita selama 2 th Kurang lebih, sudah mulai pulih kembali seperti semula. Terimakasih Mosehat.

Testimoni Mosehat “Konsumsi 2 Minggu Mosehat Wasir Suami Bunda Sunnah Sembuh”

Nama saya bunda Sunnah dari Padang Pariaman. Setelah suami saya mengkonsumsi Mosehat selama 2 Minggu, insya Allah ada perkembangan nya, dengan ambeien nya. Yang belum mencoba Mosehat, cobalah rasakan Mu’jizatnya, Semoga Mosehat membawa kita sehat. Terimakasih.

Testimoni Mosehat “Facebook Mengenalkan Mosehat dan Menyembuhkan Vertigo Saya”

Saya menderita Vertigo udah hampir 3 bulan, dan saya menemukan obat ini di FB. Alhamdulillah berkat obat ini, vertigo saya berangsur-angsur pulih, berangsur-angsur sehat. Terimakasih Mosehat.

Testimoni Mosehat “Sinusitis Ibu Yani Sembuh Setelah Minum Mosehat”

Nama saya Yani, dari Wonogiri. Keluhan saya adalah sinusitis, setelah saya mengkonsumsi Mosehat, Alhamdulillah keluhan saya sudah berkurang banyak. Terimakasih Mosehat.

sumber testimoni Testimoni Sembuh setelah Minum Jamu Tetes Modern Mosehat

 

Penyakit Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

You May Also Like

About the Author: Kanal Info

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.