Senin, 07 Agustus 2017

Energi Panas Bumi (Geothermal Energy)

Energi panas bumi atau geothermal adalah energi panas yang tersimpan di dalam permukaan bumi. Panas bumi merupakan sumber energi lokal yang tidak dapat diekspor dan sangat ideal untuk mengurangi peran bahan bakar fosil (fossil fuel). Karakteristik lainnya, panas bumi adalah energi terbarukan karena energi ini tidak akan pernah habis, yang tidak tergantung pada iklim dan cuaca, sehingga keandalan terhadap sumber energinya tinggi.

Istilah geothermal diambil dari bahasa Yunani, geo berarti bumi dan therme berarti panas. Awalnya, energi ini dimanfaatkan untuk keperluan sederhana seperti untuk mandi dengan air panas, memasak, dan pengobatan. Namun saat ini panas bumi banyak dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik, penghangat ruangan, mencairkan salju di jalan, dan lain sebagainya.

Energi Panas Bumi (Geothermal Energy)

Energi Alternatif Geothermal


Energi panas bumi (geothermal energy) berasal dari aktivitas tektonik di dalam bumi yang terjadi sejak planet ini diciptakan. Panas ini pun berasal dari panas matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

Seperti yag kita ketahui bahwa bumi terdiri atas kulit bumi yang ada di permukaan dan di bagian dalam ada lapisan bumi yang merupakan batu-batuan dan lumpur panas yang disebut magma. Magma yang keluar ke permukaan kemudian disebut lava. Nah, ke dalamnya lagi setelah lapisan bumi adalah perut bumi.

Kata para ahli, setiap 100 meter ke dalam lapisan bumi temperatur batu-batuan cair dan naik sekitar 300 C. Jadi, semakin jauh ke dalam perut bumi, suhu batu-batuan maupun lumpur akan semakin tinggi. Untuk kedalaman 1 kilometer ke dalam, suhu batu-batuan dan lumpur bisa mencapai 57 – 6000 C. Kalau kita ukur pada kedalaman 2 kilometer, suhu batu-batuan dan lumpur bisa mencapai 1.2000 C atau lebih.

Kenapa ada air panas (hot spring) yang sering disebut juga geothermal hot water? Di dalam kulit bumi ada kalanya aliran air dekat sekali dengan batu-batuan panas di mana suhu bisa mencapai 1.4800 C. Air tersebut tidak menjadi uap atau steam karena tidak ada kontak dengan udara. Nah, bila air panas itu keluar ke permukaan bumi – karena ada celah atau terjadi retakan kulit bumi – maka timbullah air panas atau hot spring.

Kadang-kadang air panas alami tersebut keluar sebagai geyser. Air panas selain sering dimanfaatkan sebagai sarana pemandian dan tempat wisata, seperti Ciater, Subang, Cipanas Garut, Cipanas Tasikmalaya (di Gunung Galunggung), Cipanas Sumedang (di Gunung Tampomas), juga dipakai sebagai pemanas ruangan di kala musim dingin seperti di San Bernardino, California Selatan, AS. Hal yang sama juga bisa ditemui di Islandia (Iceland) di mana gedung-gedung dan kolam renang dipanaskan dengan air panas alam.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Air panas alam bila bercampur dengan udara akan keluar juga uap panas karena terjadi fraktur atau retakan. Air panas atau steam inilah yang dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik. Agar panas bumi atau geothermal ini bisa dikonversi menjadi energi listrik, tentu diperlukan pembangkit (power plants).

Uap panas panas bumi akan memanaskan ketel uap atau boiler, sehingga uapnya bisa menggerakkan turbin uap yang tersambung ke generator. Untuk memanfaatkan sumber panas bumi sebagai energi, maka diperlukan proses penambangan.

Ilustrasi sistem pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi



Reservoir panas bumi yang paling baik untuk digunakan sebagai sumber pembangkit tenaga listrik adalah yang masuk kategori high temperature. Namun dengan perkembangan teknologi, sumber panas bumi dengan kategori low temperature juga dapat digunakan asalkan suhunya melebihi 5000C.

Dengan demikian, penggunaan energi panas bumi atau geothermal energy disebut sebagai penggunaan tidak langsung (indirect use) karena panas bumi hanyalah sebagai energi penggerak pembangkit listrik atau power generator.

Prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) untuk mengkonversi panas bumi menjadi tenaga listrik secara umum sama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pembangkit yang digunakan  mempunyai komponen yang terdiri atas generator, turbin penggerak generator, heat exchanger, chiller, pompa, dan sebagainya. Perbedaan hanya pada sumber energi panas bumi dan batu bara.

Keunggulan energi panas bumi: 1) Minim emisi gas rumah kaca; 2) Usia pemanfaatan panjang; 3) Biaya infrastruktur relatif kecil.

Potensi Sumber Panas Bumi (Geothermal) Di Indonesia

Panas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan dan berpotensi besar dikembangkan di Indonesia.

Indonesia merupakan negara yang dilalui oleh sabuk vulkanik (volcanic belt) yang di dalamnya terdapat sekurang-kurangnya 117 pusat gunung berapi yang masih aktif. Sabuk vulkanik tersebut membentang dari Aceh hingga Lampung di Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sulawesi, membentuk jalur gunung api sepanjang kurang lebih 7.000 km.

Sumber energi ini juga cenderung tidak dapat habis karena proses pembentukannya yang menerus selama kondisi lingkungannya terjaga keseimbangannya. Selama kondisi geologi dan hidrologi terjaga keseimbangannya, pembentukan sumber energi panasbumi yang terkait dengan pembentukan magma gunung berapi pada ring of fire terus-menerus terjadi atau sustainable.

Hanya saja, energi panas bumi tidak dapat digunakan di tempat yang jauh dari sumbernya, juga tak bisa disimpan seperti minyak bumi atau dipindahkan ke negeri seberang seperti gas yang dicairkan terlebih dulu dalam bentuk LNG untuk diekspor.

Itulah salah satu kendala mengapa potensi panas bumi di Indonesia sebesar 27189 MWe baru termanfaatkan sebagai pembangkit listrik sekitar 1189 MWe atau 4 persen. Padahal potensi energi panasbumi Indonesia itu adalah 40 persen dari seluruh potensi panasbumi dunia.




Energi Panas Bumi (Geothermal) - Kanal Informasi

0 komentar

Posting Komentar

Blogger nggak suka spammer...