Pengertian, Tujuan dan Manfaat Debat

Debat merupakan salah satu komunikasi berbentuk suatu argumen untuk menentukan baik tidaknya suatu usul tertentu yang didukung oleh satu pihak yang disebut pendukung atau afirmatif, dan ditolak atau disangkal oleh pihak lain yang disebut penyangkal atau negatif.

Pengertian Debat, Tujuan dan Manfaatnya

Dengan demikian, pengertian debat adalah suatu cara untuk menyampaikan ide secara logika dalam bentuk argumen disertai bukti–bukti yang mendukung kasus dari masing–masing pihak yang berdebat.

Istilah debat berasal dari bahasa Inggris, yaitu debate yang merupakan turunan kata dari bahasa Inggris-Perancis debatre , (de- + batre) yang artinya untuk dikalahkan. Debatre  secara etimologi berasal dari bahasa Latin battuere

Blog Kanal Informasi

 

Pengertian Debat Menurut Beberapa Sumber

Dalam bahasa Kawi terdapat istilah sawala yang identik pengertiannya dengan istilah debat yaitu berpegang teguh pada argumen tertentu dalam strategi beradu pendapat atau bertengkar untuk saling mengalahkan atau memenangkan bicara.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Menurut  wikipedia bahasa Indonesia. Debat merupakan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.

Menurut  G. Sukadi. Debat pada hakekatnya saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia, dengan tujuan mencapai kemenangan.

Menurut Asidi Dipodjojo. Debat adalah proses komunikasi lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan pendapat. Setiap pihak yang  berdebat akan menyatakan argumen, memberikan alasan dengan cara tertentu agar pihak lawan berdebat atau pihak lain yang mendengarkan perdebatan itu menjadi yakin dan berpihak padanya.

Tujuan dan Manfaat Debat

Dalam masyarakat demokratis, debat memegang peranan penting dalam mencoba membangun suatu kasus dengan didukung oleh argumen–argumen untuk kasus mereka. Misalkan dalam perundang-undangan, politik, perusahaan (bisnis), hukum, dan dalam pendidikan.

Dengan demikian, penggunaan debat memiliki tujuan dan manfaat, antara lain:

Dalam Perundang-undangan. Apabila suatu rancangan undang-undang diperkenalkan dalam suatu badan Legislatif, maka penganjur berbicara berdasarkan undang-undang, dan para penyanggah berbicara menantangnya.

Dalam Politik. Selama kampanye- kampanye politik berlangsung, maka debat-debat bersama memudahkan para pemilih mendengar para calon yang bertentangan saling mempertahankan pendapat dan menyerang kelemahan lawan.

Dalam Bisnis, (Perusahaan). Dewan pimpinan dan komite-komite eksekutif dalam suatu perusahaan, di samping diskusi mereka mempergunakan juga debat untuk memperoleh keputusan dalam berbagai kebijaksanaan.

Dalam Hukum. Pada kantor-kantor pengadilan, kehidupan seseorang sering kali tergantung pada debat yang terjadi antara pihak penuntut dan pembela di muka suatu dewan juri atau hakim.

Dalam Pendidikan. Pada beberapa kampus perguruan tinggi di universitas, debat telah menjadi suatu sarana penting untuk memperkenalkan komunitas atau masyarakat tersebut, tentang masalah-masalah yang sedang hangat diperbincangkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan budaya akademik.

Dalam individu, debat memiliki manfaat:

  • Meningkatkan kemampuan merespon suatu masalah (rebuttal) karena terjadi adanya suatu proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.
  • Melatih untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang telah diberikan.
  • Melatih untuk mematahkan pendapat lawan’nya.
  • Melatih agar mau dan berani untuk mengemukakan pendapat.

Jenis-jenis Debat

Berdasarkan bentuk, maksud, dan metodenya, debat dapat diklasifikasikan atas tipe- tipe atau kategori, yaitu:

1. Debat parlementer majelis (assembly or parliamentary debating)

Maksud dan tujuan debat majelis ialah untuk memberi dan membenahi dukungan bagi suatu undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya pun berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis.

2. Debat pemeriksaan ulangan untuk mengetahui kebenaran pemeriksaan terdahulu (cross examination debating)

Maksud dan tujuan perdebatan seperti ini ialah mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu sama lain erat berhubungan, yang akan menyebabkan para individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh sang penanya.

3. Debat formal, konvensional atau debat pendidikan (formal conventional or education debating).

Tujuan debat formal adalah memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada para pendengar sejumlah argumen yang menunjang atau yang membantah suatu usul.

Selain pengertian debat diatas, dikenal juga masyarakat dengan Istilah Debat Kusir.

 

Pengertian, Tujuan dan Manfaat Debat

Semoga Bermanfaat
loading...

You May Also Like

About the Author: Kanal Informasi

Sekadar berbagi informasi dan pengetahuan sekitar kita secara singkat dan sederhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *