Senin, 11 Januari 2016

Tiga Tipe Diabetes Melitus

Dua dekade yang lalu, diabetes dikenal sebagai penyakit kalangan usia lanjut (50 tahun ke atas). Tetapi saat ini, diabetes juga dapat dijumpai pada kalangan berusia 40 tahun, 30 tahun, bahkan anak-anak. Gaya hidup termasuk kegemaran mengkonsumsi junk food, menjadi biang timbulnya berbagai penyakit termasuk diabetes. Data WHO tahun 2005 menyebutkan, sekitar 1,1 juta orang meninggal akibat diabetes dan komplikasinya, dan 80 persen diantaranya terjadi di negara perpendapatan rendah dan menengah. Di Indonesia sendiri diperkirakan 21 juta orang akan menjadi penyandang diabetes pada tahun 2030.

Tipe Diabetes Melitus


Tiga Tipe Diabetes Melitus


Diabetes mellitus atau popular dengan sebutan “penyakit kencing manis” adalah kelainan yang ditandai oleh naiknya kadar gula (glucose) darah yang kronis (menahun). Berikut adalah tipe penyakit diabetes:

Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang mutlak membutuhkan insulin, karena tubuh tidak bisa lagi memproduksi insulin atau masih memproduksi tetapi jumlahnya sangat sedikit. Penderita tipe 1 ini harus menyuntikkan insulin tiap hari kedalam tubuh, jika tidak orang tersebut akan meninggal karena tubuhnya tidak dapat mengontrol kadar gula dalam aliran darah. Diabetes tipe 1 ini banyak ditemukan pada anakanak, mencakup 10 persen dari kasus diabetes. Penyebabnya belum diketahui secara pasti tetapi sebagian besar ahli sependapat bahwa faktor keturunan (hereditas)memegang peran sangat penting pada tipe ini.

Diabetes tipe 2 adalah diabetes yang tidak tergantung pada insulin dan merupakan tipe yang paling umum ditemukan di masyarakat. Lebih dari 90 persen kasus diabetes termasuk dalam tipe ini, sehingga pada umumnya ketika berbicara tentang diabetes, yang dimaksud adalah tipe 2. Pada tipe ini, tubuh masih mampu memproduksi insulin tetapi hormon tersebut tidak lagi berfungsi sebagamana mestinya. Seperti tipe 1, tipe 2 ini juga dipengaruhi faktor keturunan tetapi umumnya diperlukan faktor lain / faktor pencetus untuk menjadikan faktor bawaan tersebut menjadi benar-benar diabetes yang terdiagnosa. Faktor pencetus yang utama adalah obesitas (berat badan berlebih). Di samping obesitas, penelitian menyatakan 40 persen wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional dan yang pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg, memiliki resiko tinggi untuk terkena diabetes ini di kemudian hari.

Diabetes gestasioanal adalah diabetes yang terjadi selama masa kehamilan atau komplikasi dari suatu penyakit. Tipe ini terjadi karena ketidakseimbangan hormonal, dimana selama masa kehamilan, seorang ibu memproduksi berbagai macam hormon bagi pertumbuhan bayi. Ada kalanya hormon-hormon tersebut membuat sang ibu mengalami resistensi terhadap insulin sehingga kadar gula darahnya naik. Tipe gestasional ini hanya meliputi sekitar 2-5 persen dari kasus diabetes, tetapi seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa diabetes gestasional ini merupakan faktor resiko khususnya bagi wanita untuk terserang diabetes tipe 2 di kemudian hari.


Tiga Tipe Diabetes Melitus - Kanal Informasi

1 komentar:

  1. Ternyata diabetes tipe dua kesulitannya di kuantitas insulin yang tidak menceukupi ya.... Terimakasih

    BalasHapus

Blogger nggak suka spammer...