Sabtu, 22 Desember 2018

Penyebaran Hoax Di Media Sosial

Media sosial memang ibarat pedang bermata dua karena dapat banyak bermanfaat bagi penggunanya tapi dapat pula digunakan untuk menyebarkan hal-hal negatif. Kecanggihan teknologi handpone dilengkapi dengan berbagai fitur aplikasi yang memudahkan pengguna untuk mengakses internet secara cepat dan memperoleh informasi secara instan. 


Hoax Di Media Sosial


Kecanggihan alat komunikasi seperti itu memberikan banyak dampak positif bagi kemajuan pola pikir bangsa, namun juga memberikan kehancuran bagi suatu bangsa apabila informasi yang diberikan hanyalah sebuah berita bohong atau yang sering dikenal dengan “HOAX”.

Fenomena berita hoax di media cetak tidak sebanyak yang ada pada media online. Baca Perbedaan Hoax Dan Fake News. Media online bisa dianggap “distributor”utama penyebaran berita bohong saat ini. Banyak akun-akun di media sosial yang tidak diketahui kredibilitasnya, hampir setiap saat memposting berita-berita yang sumber dan keabsahannya tidak jelas. 

Indentifikasi Hoax


Berita Hoax biasanya menggunakan judul yang menggunakan kata-kata unik untuk menarik pembaca membaca isi dari berita tersebut. Media sosial yang menjadi sarang berita hoax tersebar adalah facebook, selain karena jumlah penggunanya yang sudah terlalu banyak dan pembaruan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membagikan berbagai artikel, berita, foto dalam waktu singkat.

Facebook juga memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menambahkan komentar disetiap tautan yang dibagikan oleh pengguna aplikasi tersebut, sehingga banyak berita-berita yang ditelan masyarakat secara mentah-mentah tanpa memfilter kebenaran isi dari berita tersebut. Selain facebook, beberapa aplikasi seperti twitter, instagram dan youtube juga menjadi tempat si pembuat hoax untuk membagikan berita palsunya.

Tujuan dari pembuatan berita palsu atau hoax adalah untuk membuat masyarakat percaya akan berita atau artikel yang ditulis tanpa mempertimbangkan keaslian dari berita tersebut, sehingga si pembuat berita sengaja untuk tidak mencantumkan sumber berita. Maka pastikan berita yang anda baca berasal dari sumber terpercaya, jika situs tersebut kurang familiar, coba cek bagian profil dari situs tersebut dan telusuri lebih dalam.

Di era teknologi digital, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-anddrop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.


Penyebaran Hoax Di Media Sosial

0 komentar

Posting Komentar

Blogger nggak suka spammer...