Senin, 05 Desember 2016

Pedoman gizi seimbang Pengganti 4 sehat 5 sempurna

Kita sudah sering mendengar slogan "4 sehat 5 sempurna" karena sejak sekolah dasar sudah dikenalkan dengan slogan tersebut. Slogan 4 sehat 5 sempurna yang mulai digunakan oleh Pemerintah di tahun 1950-an sebagai kampanye untuk membuat masyarakat memahami pola makan yang benar berupa makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan, dan disempurnakan dengan susu.

Namun, saat ini 4 sehat 5 sempurna dianggap sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Hanya dengan 4 jenis makanan saja tidak cukup. Perlu juga diperhatikan kebutuhan tubuh berdasarkan usia, aktivitas fisik, maupun kondisi biologis (misalnya kehamilan). Masalah gizi semakin komplek sehingga memerlukan pedoman-pedoman.


Pedoman Gizi Seimbang 


Saat ini masyarakat Indonesia menghadapi masalah kegemukan dan obesitas (gizi lebih) di sisi lain mengalami masalah kurang gizi ganda. Hal ini yang menyebabkan "4 sehat 5 sempurna" sudah tidak relevan dan yang dibutuhkan adalah Pedoman Gizi Seimbang.

Gizi seimbang artinya menu makanan yang kita makan setiap hari mengandung zat gizi dengan macam dan jumlah sesuai kebutuhan, tentunya dengan memperhatikan keanekaragaman jenis makanan, aktivitas fisik, kebersihan dan dengan memperhatikan berat badan ideal.

Pedoman Gizi Seimbang memiliki visualisasi berupa Tumpeng Gizi Seimbang (TGS) dengan empat prinsip yaitu:

1. Membiasakan makan aneka ragam makanan.

Hal ini karena tidak makanan yang mengandung zat gizi lengkap (kecuali asi untuk bayi 0 sd 6 bulan). Setiap zat gizi memiliki fungsi masing, jika ada yang kurang akan bisa mempengaruhi keseimbangan gizi seseorang. Makin banyak jenis bahan makanan yang kita makan, maka makin mudah terpenuhi kebutuhan akan bermacam zat gizi.

2. Pola hidup bersih

Prinsip kedua dari pedoman gizi seimbang adalah pola hidup bersih. Mengapa hal ini penting?
Apa artinya jika kita makan aneka ragam tapi sebelum kita tidak cuci tangan dengan sabun?
Terus bagaimana dengan sayuran yang kita olah, apa sudah kita cuci? Apakah sayur tersebut sudah benar-bersih dari pestisida, logam berat, dll? Sudahkah merebus air sampai mendidih? Dan banyak lagi yang lainnya. Pola makan bergizi seimbang saja tidak berguna tanpa pola hidup bersih. Setiap saat berbagai kuman penyakit mengintai kita, dengan pola hidup bersih, tentu hal ini bisa dicegah.

3. Pentingnya aktivitas fisik dan olahraga

Disaat ini, disadari atau tidak aktivitas fisik kita sudah semakin berkurang. Terutama pekerja kantoran, ataupun golongan menengah keatas. Kurangnya aktivitas gerak dan olahraga dapat menimbulkan masalah gizi lain yaitu gizi lebih. Kelebihan gizi berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, dll, selalu mengancam kita. Dengan aktivitas yang cukup, energi yang didapat dari makanan akan tersalurkan dengan baik, sehingga tidak menumpuk jadi lemak yang berujung kegemukan.

4. Pentingnya Berat Badan Ideal

Berat Badan(BB) merupakan tolak ukur keseimbangan antara jumlah makanan yang masuk dan kebutuhan tubuh. Jika makanan yang masuk berlebihan tapi aktivitas biasa saja tentu energi yang berlebih dari makanan oleh tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak, yang lama kelamaan akan menumpuk dan bisa mengakibatkan kegemukan. Demikian pula sebaliknya jika yang dimakan sedikit dan energi yang diperlukan banyak, tubuh akan memecah jaringan lemak dan bahkan protein tubuh jika hal ini berlangsung lama. Hal ini menyebabkan tubuh menjadi kurus, yang tentunya juga tidak baik karena bisa rawan terhadap penyakit.

Referensi: Prof. Soekirman, dkk“SEHAT DAN BUGAR DENGAN GIZI SEIMBANG”. 


Pedoman gizi seimbang Pengganti 4 sehat 5 sempurna - Kanal Informasi

0 komentar

Posting Komentar

Blogger nggak suka spammer...