Sabtu, 03 Desember 2016

Biodiesel dari Tanaman Jarak (Biodiesel Murni)

Pemanfaatan minyak Jarak (Jatropha curcas L) sebagai bahan biodiesel merupakan alternatif yang ideal untuk mengurangi tekanan permintaan bahan bakar minyak dan penghematan penggunaan cadangan devisa. Minyak Jarak Pagar selain merupakan sumber minyak terbarukan (reneweble fuels) juga termasuk non edible oil sehingga tidak bersaing dengan kebutuhan konsumsi manusia seperti pada minyak kelapa sawit, minyak jagung dll.

Biodiesel bukan barang baru di Indonesia. Di jaman Jepang, orang Indonesia disuruh membuat minyak diesel dari tanaman jarak untuk menggerakkan mesin-mesin perangnya. Saat itu, Jepang mulai kehabisan BBM. Di masa kini, strategi itu ditinjau kembali. Kini biodiesel telah dikembangkan oleh para pakar ITB. BBM alternatif satu ini sudah 100 persen biodisel alami.

Pengolahan minyak tanaman jarak cukup sederhana. Sekitar 50 kilogram buah jarak dihancurkan dengan blender atau dipres dengan mesin diesel. Hasilnya diperas, kemudian dilakukan penyaringan dan pemurnian sampai menghasilkan minyak. Untuk setiap 10 kilogram buah bisa dihasilkan sekitar 3,5 liter minyak jarak yang sama kualitasnya dengan solar. Bedanya tipis sekali, yakni minyak jarak memiliki lebih banyak oksigen dan nilai kalorinya lebih rendah dari solar serta proses pembakaran pada minyak jarak lebih sempurna dan bersih.

  Biodiesel dari Tanaman Jarak (Biodiesel Murni)  

Biodiesel Tanaman Jarak Pagar

Secara agronomis tanaman Jarak Pagar dapat beradaptasi dengan lahan dan agroklimat di Indonesia, bahkan dapat tumbuh pada kondisi kering dan pada lahan marginal/kritis. Akan tetapi ada permasalahan yang dihadapi, yaitu belum adanya varietas unggul dan teknik budidaya yang memadai. Puslitbang Teknologi lsotop dan Radiasi BATAN telah memanfaatkan teknologi nuklir untuk mendapatkan varietas unggul tanaman jarak pagar melalui perbaikan genetik dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kandungan minyak biji Jarak.

Departemen Pertanian mengembangkan 1,2 juta hektar lahan jarak pagar di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, dan Papua. Tanaman ini tidak hanya jadi salah satu alternatif pengganti BBM berbahan dasar fosil di samping Bahan Bakar Gas (BBG).  Selain itu, penanaman jarak pagar juga untuk merehabilitasi lahan kritis 23 juta hektar di Indonesia dan menyerap banyak tenaga kerja sekaligus mengurangi angka kemiskinan.

Beberapa kelebihan biodiesel 

  1. biodiesel memiliki bilangan kualitas pembakaran yang lebih tinggi daripada solar yang ada di pasaran. 
  2. biodiesel adalah bahan bakar beroksigen. Karenanya, penggunaannya akan mengurangi emisi CO dan jelaga hitam pada gas buang atau lebih ramah lingkungan. 
  3. titik kilat tinggi, yakni temperatur tertinggi yang dapat menyebabkan uap biodiesel dapat menyala. Sehingga, biodiesel lebih aman dari bahaya kebakaran. 
  4. tidak mengandung belerang dan benzena yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami. Sehingga ramah lingkungan. 
  5. dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin. 
  6. dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun.
Sumber: Ir. Suntoro Wongso Atmojo. yang dimuat di Solo Pos.




Biodiesel dari Tanaman Jarak (Biodiesel Murni) - Kanal Pengetahuan

0 komentar

Posting Komentar

Blogger nggak suka spammer...