Rabu, 03 Juni 2015

Pusat Kerajinan Wayang Kulit Gendeng Bantul Yogyakarta

Sekitar tahun 1929, Atmo Sukarto yang lebih dikenal dengan nama Pak Pujo seorang sungging (penatah wayang kulit) yang juga seorang dalang, mendirikan sanggar kesenian yang menjadi wadah bagi warga sekitar dusun Gendeng Desa Bangunjiwo, Yogyakarta, untuk ikut belajar bagaimana membuat wayang kulit yang berkualitas.

Dari sanggar yang dibuat oleh Pak Pujo yang juga sebagai penari wayang orang dan pengrawit gamelan, lahirlah pengrajin-pengrajin tatah sungging wayang kulit yang kemudian berkembang menjadi lingkungan seni kerajinan yang kemudian dikenal sebagai Sentra Kerajinan Wayang Kulit Gendeng, dengan kualitas terbaik, terutama wayang kulit gaya Yogyakarta yang benar-benar berkualitas.


Desa Wisata Kerajinan Wayang Kulit Gendeng terletak di Dusun Gendeng yang berada ditengah-tengah Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan kondisi alam dataran rendah, dengan sedikit perbukitan di bagian barat daya dan persawahan di tepi selatan.

Kerajinan Wayang Kulit
tatah sungging wayang kulit

Sentra Kerajinan Tatah Sungging Wayang Kulit Yogyakarta

Pengrajin tatah sungging di dusun Gendeng mampu membuat karya wayang kulit yang benar-benar berkualitas. Namun, untuk saat ini hanya beberapa pengrajin wayang kulit saja yang membuat wayang seni dengan kualitas tinggi, selebihnya membuat wayang yang hanya diperuntukkan sebagai souvenir, dengan kualitas biasa atau rendah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang banyak orang tidak mengerti dan tidak bisa membedakan kualitas wayang. Bagi orang awam sangat susah untuk menilai kualitas suatu wayang kulit. Akan tetapi, jika menginginkan wayang dengan kualitas tinggi, di dusun Gendeng masih ada pengrajin yang sanggup menyediakan terutama untuk para kolektor seni, yang paham betul tentang kualitas wayang. Selain itu sebagai usaha untuk kelestarian wayang kulit khususnya di daerah Gendeng ini mempunyai kualitas yang tidak bisa dianggap remeh.

Wayang kulit buatan dusun Gendeng telah mampu merambah pasar luar negeri saat masa-masa kejayaannya. Di Indonesia, wayang kulit produksi Gendeng mendominasi pasaran wayang khususnya yang bergaya Yogya.

Kerajinan Wayang Kulit Gendeng Bantul Yogyakarta

Ketika Presiden Soeharto berkuasa, kerajinan wayang kulit sempat berjaya. Para pengrajin wayang dapat dikatakan mampu hidup lebih dari cukup dari hasil membuat wayang. Bahkan bisa dibilang upah buruh pengrajin wayang masih lebih tinggi dari gaji guru pada waktu itu. Kala itu apresiasi dan dukungan pemerintah sangat besar, apalagi Presiden Soehatro sendiri adalah seorang pecinta kesenian wayang kulit, sehingga beliau juga ikut berbagi bahagia serta mengenalkan dan mempromosikan wayang kulit di Gendeng ini.

Saat ini, wayang kulit produksi Gendeng meskipun tidak seperti pada periode kejayaan semasa dulu. Akan tetapi, masih banyak orang yang mencari wayang di Sentra Kerajinan Gendeng, entah sebagai souvenir maupun koleksi.  

Pusat Kerajinan Wayang Kulit Gendeng Bantul Yogyakarta - Kanal Informasi