Rabu, 29 April 2015

Penghasilan Utama Media dan Berita Online

Bagaimana media dan berita online memperoleh penghasilan? Jawabnya: Iklan! Bagaimana mereka mendapatkan iklan? Apa yang mereka tawarkan kepada pengiklan? Traffic. Sederhananya, traffic adalah aktivitas pada satu halaman situs yang dihasilkan dari kunjungan pengguna internet dan aktivitas pengguna internet di halaman itu. Semakin banyak sebuah situs dikunjungi dan semakin banyak aktivitas yang dilakukan pengguna internet di laman-laman situs itu, maka traffic situs itu semakin tinggi. Traffic itu seperti “penonton” pada stasiun televisi; “pendengar” pada stasiun radio; atau “oplah” pada media cetak.



Penghasilan Utama Media dan Berita Online


Traffic adalah keseluruhan aktivitas pembaca pada situs media online. General Manager Kompas.com Dhanang Radityo menjelaskan, termasuk di dalam traffic adalah visit, unique visitor, pageview, dan length of visit. Lazimya, situs berita menggunakan mesin penghitung traffic seperti google analytics (www.google.com/analytics), comscore (www.comscore.com), atau effective measure (www.effectivemeasure.com) sebagai mesin indikator traffic pada situsnya.

Pendeknya, semakin banyak orang mengunjungi sebuah situs berita dan berlama-lama di sana melakukan aktivitas “klik” maka itu adalah keuntungan Penghasilan Utama Media dan Berita Online secara bisnis. Traffic itulah yang ditawarkan kepada pengiklan untuk memasang iklan. Berbagi Bahagia Bersama TabloidNova.com

Traffic Penghasilan Utama Media dan Berita Online


Lantas, bagaimana traffic bersinggungan dengan redaksi dan jurnalisme? Pertama tentu saja, traffic diperoleh oleh daya pikat suatu situs berita terhadap pembacanya. Daya pikat itu bisa jadi adalah kredibilitas situs berita tersebut. Karena kredibilitas informasi yang disampaikan, banyak pembaca datang mengunjungi situs tersebut.

Kedua, traffic juga dihasilkan dari ruang interaktivitas yang disediakan suatu situs berita. Terkait berita, misalnya, traffic dihasilkan dari diskusi yang berlangsung pada halaman-halaman komentar. Tak sedikit pembaca membuka satu berita berkali-kali karena mengikuti diskusi yang berlangsung di halaman komentar. Traffic pun dihasilkan dari layanan-layanan interaktivitas lain di luar berita. Misalnya, forum, games, atau commerce yang disediakan situs berita tertentu.

Interaktivitas pembaca pada situs berita online sejatinya memang natur atau karakteristik internet sebagai medium baru. Pemimpin Redaksi Detik.com Arifin Asydhad, menegaskan hal itu. Menurutnya, kehadiran komunitas di ruang-ruang media online adalah keniscayaan. Internet, terutama setelah era web 2.0, memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah. “Media online yang tidak membuka ruang partisipasi akan kehilangan karakter online-nya,” kata Arifin.

Pada titik inilah ruang redaksi bertemu dengan kepentingan bisnis media sebagai industri untuk Penghasilan Utama Media dan Berita Online. Di ruang redaksi, traffic diperoleh sebagai hasil produksi berita yang dibuat wartawan. Berita-berita yang di-klik pembaca akan menghasilkan pageview. Semakin banyak berita yang di-klik semakin besar pageview yang diperoleh. Semakin besar pageview, semakin besar potensi bisnis yang bisa diraih.

Selanjutnya, sehubungan dengan pageview ini, lazimnya, media-media online di Indonesia mempraktikkan gaya penulisan berita yang khas yaitu update berita sepotong-sepotong atau berita yang dipecah-pecah. Cekiwir.com Situs Media dan Berita Online Terkemuka di Indonesia

Ada yang menyebut berita online adalah jurnalisme empat paragraf karena dalam satu berita isinya hanya empat paragraf. Ada argumentasi yang menyatakan, berita-berita yang sepotong-sepotong itu adalah nature online karena berita online harus cepat dan merupakan rangkaian perkembangan atas suatu peristiwa. Tapi, dalam perspektif bisnis, berita yang sepotong-potong ini menguntungkan karena dapat melipatgandakan pageview.

Kita akan melihat nanti, bagaimana berita-berita model ini lantas bertegangan dengan kaidah-kaidah etik jurnalistik. Berita juga tidak pertama-tama mengenai soal penting, tapi menarik, atau setidaknya diberi judul yang menarik. Judul yang tidak menarik, tidak akan banyak menghasilkan klik.

Dikutip dari: Divisi Penyiaran dan Media Baru AJI Indonesia oleh J. Heru Margianto dan Asep Syaefullah

Penghasilan Utama Media dan Berita Online - Kanal Informasi