Kamis, 25 Desember 2014

Mimpi Bahasa Indonesia

Cita-cita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional hanya sebuah mimpi.


 “Selama Indonesia menempatkan dirinya sebagai pengemis dan kuli di antara bangsa-bangsa, janganlah mimpi bahasa Indonesia akan menjadi bahasa dunia. ”  Ajip Rosidi, Korupsi dan Kebudayaan (2006)

bahasa indonesia
Berbagai pusat telaah tentang keindonesiaan di berbagai negara sejak tahun 1990-an telah mengalami penurunan. Ketika perekonomian negara maju mengalami penurunan, kegiatan industri anggaran untuk perguruan tinggi dikurangi, termasuk telaah mengenai keindonesiaan yang terjadi di Amerika,Australia, dan Eropa. Kemudian disusul penghapusan jurusan Bahasa Indonesia di beberapa universitas, seperti Universitas Tenri dan Setsunan di Jepang, Monash University, Australia National University, dan Sydney University di Australia.

Selain itu, keadaan ekonomi juga mempengaruhi minat orang untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Indonesia. Krisis yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998 juga berakibat berkurang serta hilangnya minat orang untuk mempelajari bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia di dalam negeri sendiri. Masyarakat Indonesia sekarang berlomba-lomba belajar serta menggunakan bahasa Inggris. Ini merupakan sebuah kemajuan, artinya masyarakat Indonesia mampu bersaing dan tidak ingin tertinggal arus globalisasi. Namun, nilai positif tersebut tidak diikuti dengan rasa cinta terhadap bahasa sendiri. Bahasa Indonesia justru semakin direndahkan, terbukti orang yang mampu berbahasa asing lebih dihargai daripada orang yang hanya bisa berbahasa Indonesia.


0 komentar